Payudara
Embriologi
Payudara merupakan modifikasi kelenjar keringat berasal dari ektoderm, sedang lemak dan elemen fibreusnya berasal dari mesoderm. Payudara tumbuh mulai dengan penebalan “ milk ridge(line) “ sejak intrauterin bulan ke 2, dan terbentang dari aksilla sampai inguinal. Sebagian besar menghilang tetapi di daerah pektoral yang tinggal, tempat dimana payudara normal berada. Bila terjadi persisten sepanjang linea tersebut akan terjadi payudara lebih sepasang atau polymastia atau polythelia. Pada tempat tersebut ektoderm akan proliferasi dan pada akhir kehidupan foetal akan terbentuk “ mammaria pit “ (celah payudara). Sebelum lahir pit membentuk konversi kedalam dan sedikit menonjol. Pada pertumbuhan selanjutnya akan dipengaruhi oleh hormon dari pituitary dan ovarium.
Kelainan Congenital
- Tidak ada payudara = amastia
- Polymasthia = terjadi banyak payudara sepanjang linea mammaria
- Athelia = tak terbentuk papilla
- Polythelia = banyak papilla
- Retraksi papilla congenital harus dibedakan dengan kejadian yang dipandang sebagai satu dari Carcinoma payudara
Anatomi
Payudara terletak dari costa 2 sampai costa 6 , batas medial sternum sedang lateral sampai ke linea axillaris anterior. Jaringan payudara meluas dari clavicula di garis tengahnya sampai costa 8 ke linea axillaris posterior, yang dikenal sebagai daerah Disseksi mastektomi radikal. Sebagai tambahan axillary tail (Spence tail) meluas dari tepi atas dan luar supero-lateral menutup m. pectoralis mayor. Lymphonodi axilla erat hubungannya dengan axillary tail tersebut.
Payudara terdiri dari komponen muskulokutis dan lemak. Payudara menempati bagian tubuh antara iga ke-3 sampai iga ke-7 serta terbentang dari linea parasternalis sampai linea aksilaris anterior atau media. Bagian mesenkima payudara terutama menempati fascia pectoralis dan musculus serratus anterior. Pada umumnya jaringan payudara akan meluas ke dalam lipatan ruang aksila yang sering dikenal sebagai axillary tail of Spence. Antara fascia superfisialis dan profundus ( fascia pektoralis ) terdapat ruang submamaria yang kaya akan kelenjar limfe. Pada bagian profunda areola mamma terdapat lemak bebas yang didalamnya terdapat ductus lactiferus yang melebar membentuk sinus. Di dalam sinus ini ASI disimpan. Ligamentum suspensorium dari Cooper membentuk septa fibrosa yang kuat yang menyokong parenkim payudara dan terbentang dari fascia pektoralis profunda ke lapisan fascia superfisialis di dalam dermis. Invasi kanker payudara ke ligamentum tersebut menimbulkan kontraksi yang menyebabkan gambaran retraksi pada papilla mamma.
Sedangkan peau d’orange merupakan akibat sekunder dari obstruksi kelenjar limfe.
Payudara diperdarahi oleh cabang :
- a. mammaria interna à mendarahi tepi medial
- a. thorakalis lateralis(mamaria eksterna) à mendarahi bagian lateral
- a. thorako-akromialis à mendarahi bagian dalam
- a. thorako-dorsalis à mendarahi m. Latissimus dorsi & m.seratus magnus
Sistem pembuluh vena meliputi v. interkostalis dari spasium interkostal kedua sampai keenam untuk memasuki v. vertebralis di posterior. Vena interkostalis juga bisa memasuki v. azygos yang bermuara ke dalam v. cava superior. V. aksilaris menerima darah dari bagian superior dan lateral payudara. Aliran vena mengikuti sistem arteri ( Skandalakis et al, 1995 ; Sabiston , 1995 ).
Aliran Lymphe
Kulit payudara
- bagian atas mengalir ke lnn supraclavicula
- bagian medial (dalam) mengalir ke lnn mammaria interna
- bagian lateral (luar) mengalir ke lnn pektoralis
Papilla dan areola mengalir ke plexus subareola dari Sappay
Jaringan payudara mengalir ke plexus pectoralis
Aliran limfe melalui bebrapa kelompok kelenjar limfe. Ada 6 kelompok kelenjar limfe, yaitu :
1. Mammaria eksterna ( level I )
Sejajar a. thoracica lateralis dari kosta VI sampai v. aksilaris dan menempati tepi m. pektoralis mayor dan ruang aksilaris media.
2. Subskapularis ( level I )
Dekat cabang vasa thorakodorsalis dari vasa subskapularis, terbentang dari v. aksilaris sampai dinding thorak lateral.
3. Vena Aksilaris ( level I )
Merupakan kelompok terbesar kedua, terletak kaudal dan ventral dari bagian lateral v. aksilaris.
4. Interpektoralis / Rotter’s ( level II )
Terletak antara m. pektoralis mayor dan m. pektoralis minor, sering tunggal, merupakan kelompok terkecil, sering tidak ketemu keculi m. pektorlis mayor dipotong.
5. Central ( level II )
Terletak sentral antara linea aksilaris anterior dan posterior serta menempati posisi superfisial di bawah kulit dan fascia medioaksila, sehingga mudah teraba pada pemeriksaan palpasi, tertanam dalam lemak aksila.
6. Subskapularis / Apikal ( level III )
Merupakan kelompok terbesar, terletak paling medial , kaudal dan ventral dari bagian medial v. aksilaris setinggi ligamentum Halsted .
Aliran dari payudara :
- Dari pleksus utama pektoral kedalam lnn pektoralis, dan dari pektoral ke lnn apikal. Beberapa jalan langsung kedalam apikal.
Kuadaran atas luar limfe terutama mengalir ke apikal kemudian ke lnn apikal sentral
Kuadran atas dalam mengalir ke lnn mamaria interna
Kuadran bawah luar aliran limfe ke lnn sentralis langsung atau melewati lnn pektoralis
Kuadran bawah dalam mengalir ke lnn mamaria interna mungkin tersebar ke part of Gerota, kemungkinan melibatkan payudara sebelah kuadran dalam
- Melalui lubang-lubang di linea Alba, limfe dapat berhubungan dengan aliran limfe peritoneal dan separo bagian atas abdomen. Ini yang dapat menerangkan mengapa ada implantasi ke hepar dan transcoelomic
- Aliran dari kuadran medial terutama ke lnn mamaria interna dan mediastinum
- Lnn deltopektoralis menerima sedikit aliran dari kuadran atas
- Aliran subskapula dan posterior menerima limfe dari aksila tail
Glandula tyroid terbentuk pertama kali berupa proliferasi epithel pada dasar pharinx, diantara tuberculum impar (bakal lidah) dan Copula (bakal radiks lingua), pada titik yang dikenal sebagai Foramen caecum lingua. Selanjutnya tiroid akan turun sebagai divertikulum bilobus. Selama migrasi glandula tyroid masih berhubungan dengan lidah melalui 
